Genset merupakan sumber listrik cadangan yang sangat penting, baik untuk rumah, kantor, toko, rumah sakit, maupun industri. Saat terjadi pemadaman listrik, genset dapat menjaga berbagai aktivitas tetap berjalan tanpa gangguan.
Namun, banyak pengguna yang hanya mengoperasikan genset ketika listrik padam tanpa memperhatikan cara penggunaan yang benar. Padahal, kebiasaan yang salah dapat mempercepat kerusakan komponen, meningkatkan biaya perawatan genset, bahkan membahayakan keselamatan.
Agar genset tetap awet dan siap digunakan kapan saja, berikut tiga kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari.
- Meletakkan Genset di Tempat yang Tidak Tepat
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah meletakkan genset di area yang tertutup atau memiliki ventilasi yang buruk.
Saat mesin bekerja, genset menghasilkan gas buang yang mengandung karbon monoksida (CO). Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau, namun sangat berbahaya apabila terhirup dalam konsentrasi tinggi.
Oleh karena itu, genset sebaiknya ditempatkan di area yang memiliki sirkulasi udara yang baik.
Untuk genset tipe open, sebaiknya ditempatkan di ruang genset yang memiliki sistem ventilasi sesuai standar. Sedangkan genset tipe silent dapat ditempatkan di luar ruangan dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap hujan, panas matahari, serta kemudahan akses untuk proses perawatan.
Pastikan pula posisi knalpot mengarah ke area yang aman sehingga gas buang tidak masuk kembali ke dalam bangunan.
- Mengisi Bahan Bakar Saat Mesin Masih Panas
Kesalahan berikutnya adalah mengisi bahan bakar ketika mesin baru saja dimatikan.
Walaupun bahan bakar diesel (solar) memiliki titik nyala yang lebih tinggi dibandingkan bensin, tetap terdapat risiko apabila terjadi tumpahan bahan bakar pada permukaan mesin yang masih sangat panas.
Selain berpotensi menimbulkan kebakaran, tumpahan bahan bakar juga dapat merusak komponen lain apabila tidak segera dibersihkan.
Sebaiknya tunggu hingga mesin benar-benar dingin sebelum membuka tutup tangki dan melakukan pengisian bahan bakar.
Gunakan solar yang bersih sesuai spesifikasi mesin, kemudian pastikan tutup tangki kembali terpasang dengan rapat agar tidak terjadi kontaminasi debu maupun air.
- Membiarkan Bahan Bakar Terlalu Lama di Dalam Tangki
Karena genset merupakan sumber listrik cadangan, banyak unit yang jarang digunakan dalam waktu lama.
Akibatnya, bahan bakar yang berada di dalam tangki dapat mengalami penurunan kualitas, terutama apabila terkontaminasi air, debu, atau pertumbuhan mikroorganisme yang sering disebut diesel bug.
Endapan tersebut dapat menyumbat filter bahan bakar, mengganggu sistem injeksi, hingga menyebabkan performa mesin menurun.
Untuk menghindari masalah tersebut, lakukan pemeriksaan kondisi bahan bakar secara berkala. Jika genset jarang digunakan dalam waktu lama, pertimbangkan untuk menguras tangki sesuai jadwal perawatan dan mengganti filter bahan bakar apabila diperlukan.
Selain itu, hidupkan genset secara berkala, misalnya selama 15–30 menit setiap beberapa minggu, agar seluruh sistem tetap bekerja dengan baik dan siap digunakan saat dibutuhkan.
Rawat Genset Secara Berkala
Selain menghindari kebiasaan buruk di atas, lakukan perawatan rutin sesuai rekomendasi pabrikan, seperti mengganti oli, filter oli, filter solar, filter udara, memeriksa coolant, baterai, serta memastikan tidak ada kebocoran pada sistem bahan bakar maupun sistem pendingin.
Perawatan yang dilakukan secara berkala tidak hanya memperpanjang umur genset, tetapi juga membantu menjaga efisiensi bahan bakar dan mengurangi risiko kerusakan mendadak saat genset dibutuhkan.
Jika Anda membutuhkan genset diesel berkualitas maupun layanan servis dan perawatan profesional, Powerline Genset menyediakan berbagai pilihan genset untuk rumah, bisnis, hingga industri lengkap dengan dukungan teknisi berpengalaman dan ketersediaan suku cadang. Dengan penggunaan yang benar dan perawatan yang rutin, genset dapat bekerja secara optimal selama bertahun-tahun.

